Ayam broiler dan ayam petelur adalah dua jenis ayam yang sering diternakkan oleh peternak untuk menghasilkan daging dan telur. Kedua jenis ayam ini punya perbedaan, salah satunya dalam hal pemberian vaksin. 

Vaksinasi pada ayam, membantu merangsang sistem kekebalan tubuh untuk membentuk antibodi. Sehingga bisa melindungi ayam dari serangan virus, bakteri, atau parasit tertentu yang dapat menyebabkan penyakit.

Tapi, tidak semua jenis vaksin cocok untuk semua jenis ayam. Ada beberapa perbedaan vaksin ayam broiler dan ayam petelur yang perlu diketahui oleh Sahabat Juara, antara lain:

1. Jenis vaksin yang digunakan

Jenis vaksin yang digunakan untuk ayam broiler dan ayam petelur berbeda tergantung pada jenis penyakit yang ingin dicegah.

Ayam broiler biasanya membutuhkan vaksin untuk mencegah penyakit yang berhubungan dengan sistem pernapasan, pencernaan, dan reproduksi, seperti Newcastle Disease (ND), Infectious Bronchitis (IB), Infectious Bursal Disease (IBD), dan Avian Influenza (AI).

Sedangkan untuk ayam petelur juga membutuhkan vaksin untuk mencegah penyakit yang sama, tapi ada beberapa vaksin tambahan yang berhubungan dengan kualitas dan kuantitas telur, seperti Egg Drop Syndrome (EDS), Infectious Coryza (IC), dan Fowl Pox (FP).

2. Metode vaksinasi

Metode vaksinasi yang digunakan untuk ayam broiler dan ayam petelur juga berbeda tergantung pada jenis vaksin dan kondisi ayam. Ada beberapa metode vaksinasi yang umum digunakan, yaitu:

  1. Air minum

Metode ini dilakukan dengan mencampurkan vaksin ke dalam air minum yang bersih dan bebas klorin. Ayam kemudian diberi minum air tersebut sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Cara ini cocok untuk vaksin yang bersifat hidup atau attenuated, seperti vaksin ND, IB, dan IBD. Keuntungan menggunakan metode ini adalah mudah, murah, dan bisa digunakan untuk banyak ayam sekaligus.

Tapi, sayangnya metode ini juga memiliki kelemahan, seperti sulit mengontrol jumlah vaksin yang diminum oleh setiap ayam, adanya kemungkinan kontaminasi air, dan adanya pengaruh faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban .

  1. Tetes mata

Vaksinasi menggunakan metode ini dilakukan dengan meneteskan vaksin ke dalam mata ayam dengan menggunakan pipet atau alat khusus. Biasanya digunakan untuk vaksin yang bersifat hidup atau attenuated, seperti vaksin ND dan IB.

Keuntungan metode ini adalah efektif, cepat, dan dapat memberikan imunitas lokal dan sistemik. Tapi, vaksinasi ini membutuhkan tenaga yang terampil, membutuhkan waktu yang lama, dan bisa menimbulkan iritasi pada mata ayam .

  1. Semprot

Metode ini dilakukan dengan menyemprotkan vaksin ke udara dengan menggunakan alat semprot khusus. Ayam kemudian menghirup vaksin tersebut melalui saluran pernapasan. Cocok digunakan untuk vaksin yang bersifat hidup atau attenuated, seperti vaksin ND dan IB.

Kelebihan dari metode ini adalah efektif, cepat, dan bisa digunakan banyak ayam sekaligus. Tapi, metode ini juga memiliki kelemahan, seperti membutuhkan alat yang steril, membutuhkan ventilasi yang baik, dan bisa menimbulkan stres pada ayam .

  1. Suntik

Selanjutnya metode suntik, caranya dengan menyuntikkan vaksin ke dalam otot atau bawah kulit ayam dengan menggunakan jarum dan spuit. Biasanya cocok untuk vaksin yang bersifat mati atau inactivated, seperti vaksin ND, IB, EDS, dan AI.

Metode ini lebih efektif, akurat, dan dapat memberikan imunitas sistemik. Tapi, Sahabat Juara harus terampil menyuntikkan ke ayam, ya. Selain itu membutuhkan waktu yang lama dan bisa menimbulkan luka atau infeksi pada tempat suntikan.

  1. Sayap

Terakhir, ada metode sayap, yaitu menusuk sayap ayam dengan alat khusus yang telah dicelupkan ke dalam vaksin. Metode ini cocok untuk vaksin yang bersifat hidup atau attenuated, seperti vaksin FP dan AE.

Kelebihan dari metode ini adalah mudah, murah, dan dapat digunakan banyak ayam sekaligus. Tapi, ada beberapa kelemahan yang perlu Sahabat Juara ketahui, seperti sulit mengontrol dosis vaksin yang diberikan, adanya kemungkinan kontaminasi alat, dan adanya pengaruh faktor lingkungan seperti suhu dan kelembaban.

3. Jadwal vaksinasi yang dilakukan

Jadwal vaksinasi yang dilakukan untuk ayam broiler dan ayam petelur juga berbeda tergantung pada usia dan masa produksi ayam.

Ayam broiler memiliki masa hidup yang lebih pendek daripada ayam petelur, yaitu sekitar 30-45 hari. Sedangkan ayam petelur memiliki masa hidup yang lebih panjang, yaitu sekitar 18-24 bulan.

Oleh karena itu, vaksinasi untuk ayam broiler dilakukan lebih cepat dan lebih sedikit daripada ayam petelur. Berikut adalah contoh jadwal vaksinasi ayam broiler yang disarankan oleh Agrozine:

Usia AyamJenis VaksinMetode Pemberian
1 hariND-IBAir minum
7 hariIBDAir minum
14 hariND-IBAir minum
21 hariIBDAir minum
28 hariND-IBAir minum
35 hariNDTetes Mata

Sedangkan contoh jadwal vaksinasi ayam petelur adalah sebagai berikut:

Usia AyamJenis VaksinMetode Pemberian
1 hariIBDAir minum
4 hariNDAir minum
7 hariIBAir minum
11 hariIBDAir minum
21 hariIBDAir minum
21-28 hariNDAir minum
30 hariIBAir minum
8 mingguNDTetes mata
18 mingguND, IB, EDSSuntik
32-34 mingguAISuntik
47-49 mingguAISuntik
3-4 bulan sekaliND, IBSuntik atau tetes mata

Nah, jadi cara pemberian vaksin tiap jenis ayam berbeda ya, Sahabat Juara. Itulah 3 perbedaan cara pemberian vaksin ayam broiler dan ayam petelur.

Tidak perlu bingung mencari vaksin yang sesuai dengan ayam ternak kamu, karena Juara Agro Niaga menyediakan berbagai jenis vaksin. Dapatkan produknya di sini, ya.

Follow juga Instagram @juaraagroniaga, Tiktok @juara.agroniaga, Facebook Juaranya Mitra Peternakan dan Youtube juaraagroniaga untuk edukasi seputar peternakan lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Referensi:

1. Cara Memvaksinasi Ayam. URL: https://id.wikihow.com/Memvaksinasi-Ayam (diakses 22/11/2023)

2. 5 Cara Memberikan Vaksin Pada Ayam Yang Wajib Diketahui Peternak. URL: https://budidayaternak.id/cara-memberikan-vaksin-pada-ayam/ (diakses 22/11/2023)

3. Jenis dan Jadwal Vaksinasi Ayam Broiler. URL: https://agrotek.id/hewan/vaksinasi-ayam-broiler/ (diakses 22/11/2023)

4. Vaksin Ayam Petelur Dan Jadwal Vaksin. URL: https://peternakrakyat.com/vaksin-ayam-petelur/ (diakses 22/11/2023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *