
Sebagai peternak pemula, Sahabat Juara mungkin bingung kapan waktu yang tepat untuk melakukan perkawinan domba. Eitsss, nggak boleh asal. Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengawinkan domba. Yuk, cari tahu jawabannya di artikel berikut ini!
Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Melakukan Perkawinan Domba
Tujuan melakukan perkawinan domba adalah untuk memadukan dan menggabungkan sifat-sifat genetika untuk mewariskan ciri-ciri suatu spesies agar tetap lestari dan untuk mendapatkan keturunan sesuai yang diinginkan.
Nah, agar hasil perkawinan domba kamu berhasil, inilah beberapa hal yang perlu kamu perhatikan sebelum mengawinkan domba:
1. Pemilihan Bibit
Pemilihan bibit adalah langkah awal yang menentukan kualitas dan produktivitas ternak. Bibit yang baik harus memenuhi syarat-syarat berikut:
- Sehat, tidak cacat, dan tidak rabun.
- Tubuh besar, relatif panjang, dada dalam dan lebar, kaki lurus dan kuat, tumit tinggi, dan bulu bersih dan mengkilat.
- Alat kelamin lengkap, buah zakar lengkap untuk jantan, dan ambing besar untuk betina.
- Umur ideal untuk perkawinan adalah 10-12 bulan untuk betina dan di atas satu tahun untuk jantan.
- Umur ternak dapat diketahui dengan kartu catatan atau dengan jumlah gigi seri tetap yang tumbuh.
2. Penentuan Waktu Perkawinan
Waktu perkawinan domba yang tepat akan menentukan terjadinya kebuntingan dan kelahiran. Hal ini bisa ditentukan dengan mengamati siklus birahi pada betina.
Siklus birahi adalah siklus seksual yang terdapat pada betina dewasa seksual dan tidak bunting yang meliputi perubahan-perubahan siklik pada organ-organ reproduksi tertentu di bawah pengendalian hormon reproduksi.
Pada domba, masa birahi berlangsung selama 12-48 jam, sangat bervariasi antar induk. Ovulasi (pelepasan sel telur) terjadi 12-36 jam setelah birahi muncul, dan saat kawin paling tepat adalah setelah ovulasi berlangsung.
Oleh karena itu, apabila pada seekor induk birahi muncul pada pagi hari sebaiknya induk dikawinkan pada sore harinya, atau bila birahi timbul pada sore hari induk sebaiknya dikawinkan pada keesokan paginya.
3. Teknik Perkawinan Domba
Perkawinan domba dapat dilakukan dengan kawin alam atau inseminasi buatan (IB). Kawin alam adalah perkawinan yang dilakukan secara langsung antara pejantan dan betina tanpa bantuan manusia.
Sedangkan IB adalah perkawinan yang dilakukan dengan cara menyuntikkan sperma pejantan ke dalam saluran reproduksi betina dengan bantuan alat khusus. Keuntungan IB adalah dapat menghemat biaya, waktu, dan tenaga, serta dapat memperluas jangkauan genetik pejantan.
4. Menghindari Perkawinan Sedarah
Perkawinan domba sedarah adalah perkawinan antara domba yang memiliki hubungan kekerabatan yang dekat, misalnya antara saudara kandung, induk dan anak, atau sepupu. Perkawinan sedarah ini bisa menurunkan kualitas dan keragaman genetik ternak, serta meningkatkan risiko penyakit dan cacat bawaan, lho, Sahabat Juara.
Oleh karena itu, perkawinan sedarah harus dihindari sebisa mungkin, ya. Salah satu cara untuk mencegah perkawinan sedarah adalah dengan melakukan riset persilangan ternak yang unggul dan menyebarluaskan anak hasil persilangan ke masyarakat.
Jenis Domba yang Cocok untuk Dikawinkan

Ada beberapa jenis domba yang cocok untuk dikawinkan, tergantung pada tujuan dan kondisi peternak, seperti:
- Domba Garut. Domba ini berasal dari persilangan antara domba lokal dengan domba Merino. Domba Garut memiliki postur tubuh gagah dan tanduk besar yang melengkung ke bawah. Domba Garut biasanya diternakkan menjadi domba aduan atau untuk menghasilkan daging berkualitas.
- Domba Merino. Domba ini berasal dari Spanyol dan terkenal dengan kualitas wolnya yang bagus. Domba Merino memiliki bobot tubuh yang besar dan rambut yang tebal dan keriting. Domba Merino cocok untuk diternakkan untuk menghasilkan wol dan daging.
- Domba Texel. Domba ini berasal dari Belanda dan banyak diternakkan di daerah Wonosobo, Jawa Tengah. Domba Texel memiliki rambut yang tebal dan keriting, telinga yang mengarah ke samping, dan warna hidung dan kuku yang hitam. Domba Texel juga cocok untuk diternakkan untuk menghasilkan daging dan wol.
- Domba Ekor Tipis. Domba ini merupakan domba lokal yang banyak dipelihara di Jawa Barat. Domba Ekor Tipis memiliki ekor yang kecil dan tipis, telinga yang lebar dan mengarah ke bawah, dan warna rambut yang bervariasi. Domba Ekor Tipis dapat diternakkan untuk menghasilkan daging dan kulit.
- Domba Ekor Gemuk. Domba ini banyak terdapat di Madura, Sulawesi, Jawa Timur, dan Lombok. Domba Ekor Gemuk memiliki ekor yang panjang, lebar, dan berlemak, telinga yang lebar dan mengarah ke samping, dan warna rambut yang dominan putih. Domba Ekor Gemuk dapat diternakkan untuk menghasilkan daging, susu, dan kulit.
Hal yang Perlu Dilakukan Jika Perkawinan Domba Gagal

Perkawinan domba dapat gagal karena beberapa faktor, seperti kesalahan dalam pemilihan bibit, penentuan waktu perkawinan, jenis kawin, atau kondisi kesehatan ternak. Perkawinan domba yang gagal dapat menyebabkan kerugian bagi peternak, seperti menurunnya produktivitas, kualitas, dan keuntungan usaha.
Jika perkawinan domba gagal, kamu dapat melakukan beberapa langkah berikut:
- Menyelidiki penyebab kegagalan perkawinan, apakah karena faktor genetik, hormonal, infeksi, atau lingkungan.
- Memberikan perawatan dan pengobatan yang sesuai bagi ternak yang mengalami kegagalan perkawinan, seperti memberikan vitamin, mineral, obat cacing, atau antibiotik.
- Mengulangi perkawinan pada saat betina kembali birahi, dengan memperhatikan waktu, jenis, dan pasangan kawin yang tepat.
- Mengganti pejantan atau betina yang sering gagal kawin dengan yang lain, atau mencari sumber bibit yang lebih baik.
- Melakukan inseminasi buatan (IB) sebagai alternatif perkawinan, dengan memilih sperma pejantan yang berkualitas dan melakukan prosedur IB yang benar.
Nah, gimana Sahabat Juara? Jadi lebih tau ya, apa saja yang perlu diperhatikan sebelum melakukan perkawinan domba. Semoga informasi di atas bisa membantu kamu yang mau mulai beternak domba.
Untuk memenuhi kebutuhan ternak domba kamu, Juara juga menyediakan, mulai dari bakalan, indukan, pakan hingga peralatan kandang. Yuk, konsultasikan sekarang bersama Juara di sini.
Follow Instagram @juaraagroniaga, Tiktok @juara.agroniaga, Facebook Juaranya Mitra Peternakan dan Youtube juaraagroniaga untuk edukasi seputar peternakan lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!
Referensi:
1. Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Beternak Domba. URL: https://www.agronet.co.id/detail/budi-daya/peternakan/6840-Hal-yang-Perlu-Diperhatikan-dalam-Beternak-Domba (diakses 13/12/2023)
2. Dua Hal yang Harus Diperhatikan Saat Perkawinan Pertama Domba. URL: https://bibitunggul.co.id/beberapa-cara-mengawinkan-domba/ (diakses 13/12/2023)
3. Cara Menentukan Masa Kawin Domba. URL: https://www.peternakankita.com/cara-menentukan-masa-kawin-domba/ (diakses 13/12/2023)
4. Panduan Cara Ternak Domba Bagi Pemula Dan Keuntungannya. URL: https://petpintar.com/ternak/cara-ternak-domba (diakses 13/12/2023)
