Sebagai peternak ayam, Sahabat Juara perlu memperhatikan pengolahan limbah ternak, salah satunya kotoran ayam. Kotoran ayam dapat menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan, kesehatan, dan kenyamanan jika tidak ditangani dengan baik.

Untuk menghindari dampak negatif tersebut, kamu perlu menerapkan cara penanganan kotoran ayam yang tepat dan sesuai. Salah satu solusinya adalah dengan memanfaatkan kotoran ayam menjadi pupuk organik. Yuk, cari tahu bagaimana caranya!

Apa itu Pupuk Organik?

Pupuk organik adalah pupuk yang berasal dari sumber alami, seperti kotoran hewan, kompos, dan bahan organik lainnya. Pupuk organik memiliki banyak manfaat, seperti meningkatkan kesuburan tanah, menyediakan unsur hara yang dibutuhkan tanaman, dan mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan.

Sebuah penelitian menyebutkan, kotoran ayam bisa juga dikatakan salah satu bahan organik yang berpengaruh terhadap sifat fisik, kimia, dan pertumbuhan bagi tanaman. Kotoran ayam memiliki kadar unsur hara dan bahan organik yang tinggi serta memiliki kadar air rendah.

Tapi, kotoran ayam yang mentah tidak bisa langsung digunakan sebagai pupuk, karena bisa membakar atau membunuh tanaman. Kotoran ayam harus diolah terlebih dahulu menjadi pupuk organik yang siap pakai.

Komposisi Kandungan Kotoran Ayam

Melansir dari Hobi Ternak, komposisi dalam kandungan kotoran ayam dapat bervariasi tergantung dari sifat bentuk tubuh ayam, ransum pakan yang diberikan, lingkungan kandang berdasarkan suhu, dan kelembaban.

Sebuah studi menunjukkan bahwa kotoran ayam mengandung bahan organik berupa nitrogen (1,70%), fosfor (1,82%), kalium (1,50%), dengan kadar air 85,92% dan beberapa unsur lain seperti kalsium, magnesium, dan sebagainya sehingga potensial untuk diolah menjadi pupuk organik.

Bagaimana Cara Membuat Kotoran Ayam menjadi Pupuk Organik?

Berdasarkan penelitian, ada beberapa cara untuk mengolah kotoran ayam menjadi pupuk organik, antara lain:

1. Metode Pengomposan

Pengomposan adalah proses penguraian bahan organik oleh mikroorganisme, seperti bakteri dan jamur, yang menghasilkan humus atau bahan organik stabil. Pengomposan kotoran ayam bisa dilakukan dengan cara berikut:

  1. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, yaitu kotoran ayam, bedding bekas (seperti jerami, sekam, atau serbuk gergaji), EM4 (Effective Microorganism 4), gula, air, dan tong atau wadah kompos.
  2. Potong-potong bedding bekas menjadi ukuran kecil dan rendam dalam air hingga basah.
  3. Buat larutan dekomposer dengan mencampur EM4, gula, dan air dengan perbandingan 1:1:10. EM4 adalah campuran mikroorganisme yang bermanfaat untuk mempercepat proses pengomposan.
  4. Masukkan kotoran ayam dan bedding bekas ke dalam tong atau wadah kompos secara bergantian, lalu siram dengan larutan dekomposer secukupnya. Aduk-aduk hingga rata dan pastikan kelembaban bahan kompos sekitar 50-60%.
  5. Tutup tong atau wadah kompos dengan terpal atau plastik dan biarkan selama 6-9 bulan. Balikkan bahan kompos setiap beberapa minggu sekali untuk memasukkan udara dan meratakan suhu.
  6. Setelah 6-9 bulan, pupuk organik dari kotoran ayam siap digunakan. Pupuk organik ini berwarna hitam, berbau harum, dan memiliki tekstur remah.

2. Metode Fermentasi

Fermentasi adalah proses pengubahan bahan organik oleh mikroorganisme anaerob, yaitu mikroorganisme yang hidup tanpa oksigen. Fermentasi kotoran ayam bisa dilakukan dengan cara berikut:

  1. Siapkan bahan-bahan yang dibutuhkan, yaitu kotoran ayam, arang sekam, CaCO3 (kalsium karbonat), bekatul, dan air.
  2. Campurkan kotoran ayam, arang sekam, CaCO3, dan bekatul dengan perbandingan 10:1:0,5:1. Arang sekam berfungsi sebagai penyerap air dan bau, CaCO3 berfungsi sebagai penstabil pH, dan bekatul berfungsi sebagai sumber karbohidrat.
  3. Masukkan campuran bahan tersebut ke dalam karung goni atau plastik dan tambahkan air secukupnya hingga kelembaban sekitar 40-50%.
  4. Ikat atau ikat karung atau plastik dan simpan di tempat yang teduh dan kering selama 3-4 minggu. Jangan membuka atau mengganggu bahan fermentasi selama proses berlangsung.
  5. Setelah 3-4 minggu, pupuk organik dari kotoran ayam siap digunakan. Pupuk organik ini berwarna coklat, berbau asam, dan memiliki tekstur lembut.

Bagaimana Cara Mengaplikasikan Pupuk Organik dari Kotoran Ayam?

Setelah pupuk organik dari kotoran ayam jadi, kamu bisa mengaplikasikan ke tanaman dengan beberapa cara, antara lain:

Gimana nih, Sahabat Juara? Udah nggak perlu khawatir lagi kan limbah ternak ayam kamu merusak lingkungan, karena bisa kamu manfaatkan menjadi pupuk organik. Bonusnya bisa langsung kamu aplikasikan ke tanaman di rumah biar makin subur.

Untuk kebutuhan ternak ayam kamu, Juara juga menyediakan, mulai dari farm supplies, pakan, obat, sampai bibit ayam DOC, lho. Sahabat Juara bisa dapatkan produknya di sini.

Follow Instagram @juaraagroniaga, Tiktok @juara.agroniaga, Facebook Juaranya Mitra Peternakan dan Youtube juaraagroniaga untuk edukasi seputar peternakan lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Referensi:

1. Kompos Kotoran Ayam: Analisis Kualitas dan Biaya Produksi Kompos dari Peternakan Ayam di Kecamatan Ampel, Jawa Tengah. URL: https://www.researchgate.net/publication/369940460_Kompos_Kotoran_Ayam_Analisis_Kualitas_dan_Biaya_Produksi_Kompos_dari_Peternakan_Ayam_di_Kecamatan_Ampel_Jawa_Tengah (diakses 14/12/2023)

2. Pemanfaatan Limbah Kotoran Ayam sebagai Bahan Baku Pembuatan Kompos. URL: https://www.researchgate.net/publication/340611117_PEMANFAATAN_LIMBAH_KOTORAN_AYAM_SEBAGAI_BAHAN_BAKU_PEMBUATAN_KOMPOS (diakses 14/12/2023)

3. Pengolahan Kotoran Ayam menjadi Pupuk Organik Ramah Lingkungan. URL: https://media.neliti.com/media/publications/556690-pengolahan-kotoran-ayam-menjadi-pupuk-or-8184ef33.pdf (diakses 14/12/2023)

4. Manfaat Kotoran Ayam Sebagai Pupuk. URL: https://hobiternak.com/manfaat-kotoran-ayam-sebagai-pupuk/ (diakses 14/12/2023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *