
Domba adalah salah satu jenis hewan ternak yang memiliki banyak manfaat, seperti daging, susu, kulit, dan wol. Di Indonesia, terdapat beberapa jenis domba yang dipelihara oleh masyarakat, baik yang berasal dari dalam negeri maupun dari luar negeri. Namun, jenis domba yang paling banyak dan khas di Indonesia adalah domba lokal.
Bagaimana karakteristik domba lokal Indonesia? Bagaimana cara beternak dan merawat domba lokal? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Sahabat Juara!
Karakteristik Domba Lokal
Domba lokal adalah domba asli Indonesia yang mampu beradaptasi dengan lingkungan tropis dan memiliki sifat dapat beranak sepanjang tahun. Domba lokal memiliki postur tubuh kecil, lambat dewasa, berambut kasar, dan hasil dagingnya relatif sedikit.
Dilansir dari Ilmu Ternak, domba lokal terbagi menjadi dua jenis, yaitu domba lokal ekor tipis dan domba lokal ekor tebal. Kedua jenis domba lokal ini memiliki ciri-ciri yang berbeda, baik dari segi fisik maupun produktivitas.
1. Domba Lokal Ekor Tipis
Domba lokal ekor tipis memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Ekor kecil dan tipis
- Telinga lebar dan mengarah ke bawah
- Bobot tubuhnya berkisar 25-30 kilogram
- Domba jantan memiliki tanduk, sedangkan domba betina tidak bertanduk
- Warna rambut di tubuh kombinasi beberapa warna (putih, coklat, dan hitam)
Domba lokal ekor tipis memiliki produktivitas yang rendah, baik dari segi pertumbuhan, kualitas daging, maupun reproduksi.
2. Domba Lokal Ekor Tebal
Domba lokal ekor tebal memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
- Ekor besar dan tebal
- Telinga pendek dan terletak di belakang tanduk
- Bobot tubuhnya berkisar 30-40 kilogram
- Domba jantan dan betina sama-sama bertanduk
- Warna rambut di tubuh putih atau hitam
Domba lokal ekor tebal memiliki produktivitas yang lebih baik daripada domba lokal ekor tipis, baik dari segi pertumbuhan, kualitas daging, maupun reproduksi.
Selain itu, domba lokal ekor tebal juga memiliki keunggulan lain, yaitu memiliki timbunan lemak di pangkal ekor yang dapat dimanfaatkan sebagai cadangan energi saat musim kemarau atau saat kekurangan pakan.
Cara Beternak Domba Lokal
Melansir laman Pintar Pet, cara beternak domba lokal untuk pemula adalah sebagai berikut:
- Memilih indukan domba yang berkualitas, sehat, dan sesuai dengan karakteristik domba lokal.
- Mengawinkan domba pada saat yang tepat, yaitu saat domba betina sedang birahi. Umumnya, domba betina birahi setiap 17 hari sekali dan berlangsung selama 24-36 jam.
- Merawat domba dengan baik, seperti memberikan pakan yang seimbang dan bergizi, memandikan domba secara rutin, mencukur bulu domba setiap 6 bulan sekali, memotong kuku domba setiap 3-6 bulan sekali, dan menggembalakan domba di tempat yang luas dan berumput.
- Memperhatikan kebersihan kandang, seperti membersihkan kotoran dan kandang secara teratur, menjaga sanitasi kandang, dan membuat lubang penampungan kotoran dan saluran pembuangan di sekitar kandang.
- Melakukan vaksinasi dan pemberian obat cacing sesuai jadwal, serta mengisolasi domba yang sakit atau cedera dari domba yang sehat.
- Melakukan panen, pasca panen, dan pemasaran domba dengan cara yang benar, seperti menentukan waktu panen yang tepat, menangani daging dan kulit domba dengan higienis, dan mencari pasar yang potensial.
Cara Merawat Domba Lokal
Agar produktivitas ternak kamu optimal, kamu perlu memahami cara merawat domba lokal. Dilansir dari Alam Tani, ini beberapa cara merawat domba lokal:
- Memandikan domba secara rutin seminggu sekali dengan air bersih dan sabun, agar tubuhnya tidak kotor dan terhindar dari penyakit.
- Mencukur bulu domba setiap 6 bulan sekali, agar bulunya tidak menggumpal dan menjadi sarang kuman dan parasit.
- Memotong kuku domba setiap 3-6 bulan sekali, agar kuku tidak terlalu panjang dan mengganggu berjalan dan kesehatan domba.
- Memberikan pakan yang seimbang dan bergizi, seperti rumput, dedak, jagung, dan konsentrat.
- Memberikan air minum yang bersih dan cukup, sekitar 5-10 liter per hari per ekor.
- Menggembalakan domba di tempat yang luas dan berumput, agar domba bisa berolahraga dan mendapatkan vitamin D dari sinar matahari.
- Menjaga sanitasi kandang dengan membersihkan kotoran dan kandang secara teratur.
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala dan memberikan vaksinasi dan obat cacing sesuai jadwal.
- Mengisolasi domba yang sakit atau cedera dari domba yang sehat, agar tidak menular.
- Melakukan seleksi bibit yang berkualitas, baik induk maupun pejantan, agar menghasilkan anak domba yang sehat dan produktif.
Nah, gimana Sahabat Juara? Makin tertarik untuk beternak domba? Yuk, konsultasikan bareng Juara di sini. Juara juga menyediakan kebutuhan beternak domba mulai dari bakalan, indukan, pakan hingga peralatan kandang domba.
Follow Instagram @juaraagroniaga, Tiktok @juara.agroniaga, Facebook Juaranya Mitra Peternakan dan Youtube juaraagroniaga untuk edukasi seputar peternakan lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!
Referensi:
1. PROFIL DOMBA LOKAL DI PULAU JAWA DITINJAU DARI KARAKTERISTIK FENOTIPIK DAN GENETIK SERTA PERANANNYA DI MASYARAKAT. URL: https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/199657 (diakses 31/12/2023)
2. Studi Karakteristik Sifat Kualitatif pada Domba Lokal di Beberapa Wilayah Indonesia. URL: https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/59902 (diakses 31/12/2023)
3. Panduan Cara Ternak Domba Bagi Pemula Dan Keuntungannya. URL: https://peternakrakyat.com/panduan-cara-ternak-domba-lengkap/#google_vignette (diakses 31/12/2023)
4. Panduan dasar ternak domba. URL: https://alamtani.com/ternak-domba/ (diakses 31/12/2023)
5. DOMBA LOKAL INDONESIA. URL: https://www.ilmuternak.com/2015/03/domba-lokal-indonesia.html (diakses 31/12/2023)
