Sahabat Juara pasti sering mendengar anggapan jika konsumsi daging ayam broiler berbahaya karena disuntik hormon agar pertumbuhannya cepat. Selain itu, ada juga yang menyebutkan ayam broiler hasil rekayasa genetika sehingga punya badan yang gemuk dan daging yang banyak.

Faktanya, ayam broiler memang memiliki pertumbuhan yang sangat cepat, dalam 6-7 minggu saja berat badannya sudah bisa mencapai 1,5-2 kg per ekor. Hmm, jadi mitos atau fakta, konsumsi daging ayam broiler berbahaya bagi kesehatan? Yuk, cari tahu jawabannya!

4 Fakta tentang Daging Ayam Broiler

Inilah 4 fakta tentang daging ayam broiler yang perlu kamu ketahui, antara lain:

Fakta 1: Ayam Broiler Tidak Mengandung Hormon Pertumbuhan

Salah satu mitos yang sering terdengar adalah bahwa ayam broiler mengandung hormon pertumbuhan. Faktanya, penggunaan suntik hormon dan steroid untuk peternakan sudah dilarang di Indonesia, lho. Larangan ini tercantum dalam Pasal 15 dan Pasal 18 Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 14/Permentan/PK.350/5/2017.

Melansir dari Sari Agri, hormon pertumbuhan tidak hanya berbahaya bagi manusia, tetapi juga bagi ayam itu sendiri. Hormon pertumbuhan bisa menyebabkan ayam mengalami stres, kegemukan, dan kematian dini.

Lalu, kok bisa ayam broiler bisa tumbuh dengan cepat? Hal ini disebabkan oleh faktor genetik, pemberian makan dan nutrisi yang tepat, pemeliharaan yang baik, perawatan oleh dokter hewan, dan kondisi hidup yang lebih baik. Ayam broiler juga divaksin agar daya tahan tubuhnya menjadi bagus dan tidak rentan terkena penyakit.

Fakta 2: Ayam Broiler Bukan Hasil Rekayasa Genetika

Ayam broiler hasil rekayasa genetika juga jadi salah satu mitos keliru tentang ayam broiler yang populer di masyarakat. Faktanya, ayam broiler bukan merupakan hasil rekayasa genetika. Ayam broiler justru merupakan ayam jenis ras unggulan hasil persilangan dari beberapa jenis ayam yang memiliki daya produktivitas tinggi.

Peternak akan memilih bibit-bibit ayam pedaging yang paling kuat, sehat, dan tidak memiliki gen penyakit. Ayam-ayam yang memenuhi syarat kemudian dikawinkan bersama sehingga menghasilkan ayam pedaging berkualitas baik, lebih sehat, dan lebih besar.

Keunggulan yang akan dimiliki oleh ayam broiler tergantung kepada dukungan dari lingkungan, termasuk pakan dengan kualitas tinggi, sistem kandang yang baik, perawatan kesehatan, hingga pencegahan penyakit.

Baca juga: Sukses Ternak Ayam Broiler untuk Pemula. Ini Tipsnya!

Fakta 3: Ayam Broiler Tidak Lebih Berlemak dari Ayam Kampung

Mitos lain yang sering beredar adalah bahwa ayam broiler lebih berlemak dari ayam kampung, sehingga bisa meningkatkan risiko kolesterol, obesitas, dan penyakit jantung. Padahal, hal ini juga tidak sepenuhnya benar lho, Sahabat Juara.

Berdasarkan data dari BPOM tahun 2014, per 100 gram daging ayam broiler, kandungan lemaknya adalah 3,57 gram, sedangkan per 100 gram daging ayam kampung, kandungan lemaknya adalah 3,27 gram. Perbedaan ini tidak berpengaruh pada kesehatan, asalkan daging ayam dikonsumsi dengan porsi yang sesuai dan cara pengolahan yang benar, yaaa.

Selain itu, kandungan lemak pada daging ayam juga dipengaruhi oleh bagian tubuh ayam yang dikonsumsi. Bagian tubuh ayam yang paling berlemak adalah kulit dan bagian sekitar ekor. Jika kamu ingin mengurangi asupan lemak, sebaiknya hindari mengonsumsi bagian-bagian tersebut. Pilihlah bagian daging ayam yang lebih rendah lemak, seperti dada, paha, atau sayap.

Fakta 4: Ayam Broiler Tidak Menyebabkan Infeksi Bakteri

Mitos berikutnya yang sering muncul menyebutkan konsumsi daging ayam broiler menyebabkan infeksi bakteri, seperti Salmonella dan Campylobacter. Efeknya bisa menimbulkan diare, demam, muntah, dan sakit perut. Padahal, hal ini bisa dicegah dengan cara penanganan daging ayam dengan benar sebelum dan sesudah mengolahnya.

Sebelum kamu membeli daging ayam broiler, pastikan memilih daging yang segar dan berkualitas dari penjual yang terpercaya. Seperti Juara yang sudah memiliki sertifikat NKV jadi tidak perlu ragu lagi untuk mengonsumsi ayam Juara ini.

Apa sih NKV itu? Melansir laman Kawan Hewan, NKV (Nomor Kontrol Veteriner) adalah sertifikat yang berfungsi sebagai suatu bukti tertulis dan resmi bahwa suatu produk sudah memenuhi persyaratan higienis. Hal tersebut menjadi standar kelayakan dasar jaminan serta keamanan produk hewan.

Baca juga: 5 Tips Memilih Ayam Karkas Sehat dan Berkualitas

Cara Memilih Daging Ayam Broiler yang Berkualitas

Untuk memilih daging ayam broiler yang berkualitas, kamu bisa memperhatikan beberapa hal berikut ini:

Cara Mengolah Daging Ayam yang Tepat

Ada beberapa tips untuk mengolah daging ayam yang tepat, diantaranya:

Jadi, cuma itu cuma mitos ya, Sahabat Juara. Konsumsi gaging ayam broiler tidak berbahaya bagi kesehatan asalkan penanganan dan pengolahannya dilakukan dengan cara yang benar. Kamu tidak perlu ragu lagi, karena daging ayam broiler memiliki kandungan protein yang baik untuk tubuh. Tapi, jangan lupa juga untuk mengimbangi dengan mengonsumsi sayur, buah, dan air putih yang cukup, ya.

Juara juga menyediakan karkas ayam yang sehat dan berkualitas. Sahabat juara bisa dapatkan produknya di sini.

Follow Instagram @juaraagroniaga, Tiktok @juara.agroniaga, Facebook Juaranya Mitra Peternakan dan Youtube juaraagroniaga untuk edukasi seputar peternakan lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!

Referensi:

1. Inilah Bahayanya Terlalu Sering Mengonsumsi Ayam Broiler. URL:  https://doktersehat.com/gaya-hidup/gizi-dan-nutrisi/bahaya-daging-ayam-broiler/ (diakses 16/12/2023)

2. Beda Ayam Broiler dengan Ayam Biasa, Ini Kelebihan dan Bahayanya. URL: https://www.sehatq.com/artikel/ayam-broiler-aman-dikonsumsi-jika-diolah-dengan-cara-ini (diakses 16/12/2023)

3. Mengenal NKV (Nomor Kontrol Veteriner), Izin Khusus untuk Usaha Produk Hewan. URL: https://www.kawanhewan.com/post/nkv-nomor-kontrol-veteriner (diakses 16/12/2023)

4. Analisis Kualitas Daging Ayam Broiler Asal Pasar Swalayan dan Pasar Tradisional
di Kota Medan Sumatera Utara. URL:
https://jurnal.ugm.ac.id/jsv (diakses 16/12/2023)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *