
Ayam adalah salah satu bahan makanan yang paling populer di Indonesia. Ayam bisa diolah menjadi berbagai macam masakan lezat, seperti fried chicken, ayam bakar, opor ayam, soto ayam, dan lain-lain.
Ada dua jenis ayam yang sering digunakan dalam bisnis kuliner, yaitu ayam kampung dan ayam broiler. Apa saja perbedaan masing-masing jenis ayam ini? Mana yang lebih cocok untuk bisnis kuliner kamu? Apa bisnis olahan ayam yang lagi trend? Yuk, simak penjelasannya berikut ini, Sahabat Juara!
Perbedaan Ayam Kampung dan Ayam Broiler
Ayam kampung dan ayam broiler memiliki beberapa perbedaan yang cukup mencolok, baik dari segi penampilan, tekstur, rasa, nutrisi, maupun harga. Inilah beberapa perbedaan antara ayam kampung dan ayam broiler:
1. Karakteristik
Ayam kampung memiliki ukuran tubuh yang lebih kecil dan warna daging yang lebih gelap daripada ayam broiler. Sedangkan ayam broiler memiliki ukuran tubuh yang lebih besar dan warna daging yang lebih terang. Hal ini disebabkan oleh perbedaan cara pemeliharaan dan pemberian pakan antara kedua jenis ayam ini.
Ayam kampung biasanya hidup bebas di alam dan memakan apa saja yang ada di sekitarnya, sedangkan ayam broiler dipelihara di kandang dan diberi pakan khusus untuk mempercepat pertumbuhan dan berat badannya.
2. Tekstur
Daging ayam kampung memiliki tekstur yang lebih alot dan kenyal daripada daging ayam broiler. Hal ini karena ayam kampung memiliki otot yang lebih banyak dan berkembang secara alami, sedangkan ayam broiler memiliki otot yang lebih sedikit dan berkembang secara buatan. Daging ayam kampung juga lebih padat dan tidak mudah hancur, sedangkan daging ayam broiler lebih empuk dan mudah hancur.
3. Rasa
Dari segi rasa, daging ayam kampung memiliki rasa yang lebih gurih dan lezat daripada daging ayam broiler. Hal ini karena ayam kampung memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang lebih rendah daripada ayam broiler. Lemak dan kolesterol adalah sumber rasa yang alami pada daging ayam.
Selain itu, ayam kampung juga memiliki aroma yang lebih khas dan tidak amis, sedangkan ayam broiler memiliki aroma yang lebih hambar dan cenderung amis.
4. Nutrisi
Daging ayam kampung dan ayam broiler sama-sama memiliki kandungan protein yang tinggi dan baik untuk tubuh. Namun, dari segi kandungan lemak, ayam kampung memiliki kandungan lemak yang lebih sedikit, sehingga lebih sehat.
Sedangkan ayam broiler memiliki kandungan lemak yang lebih banyak. Lemak pada ayam broiler berasal dari pakan khusus yang mengandung tinggi protein dan vitamin. Jika dimakan terlalu sering dan berlebihan bisa menimbulkan efek samping bagi kesehatan, seperti obesitas, diabetes, kolesterol tinggi, dan penyakit jantung.
5. Harga
Ayam kampung memiliki harga yang lebih mahal daripada ayam broiler. Hal ini karena ayam kampung membutuhkan waktu yang lebih lama untuk tumbuh dan siap dipanen, yaitu sekitar 6 bulan, sedangkan ayam broiler hanya membutuhkan waktu sekitar 1 bulan. Selain itu, ayam kampung juga lebih sulit didapatkan dan dipasok, sedangkan ayam broiler lebih mudah dan banyak tersedia di pasaran.
Peluang Bisnis Kuliner Olahan Ayam

Bisnis olahan ayam yang masih menjanjikan di Indonesia adalah fried chicken. Ada beberapa faktor yang mendukung prospek bisnis ini, antara lain:
- Tradisi makan ayam yang sudah mendarah daging di masyarakat Indonesia.
- Format penjualan fried chicken yang berbentuk gerobakan, yang memiliki aksesibilitas dan fleksibilitas tinggi.
- Inovasi menu dan rasa yang terus berkembang, sehingga menarik minat konsumen.
- Sistem kemitraan atau waralaba yang memudahkan para calon pengusaha untuk memulai bisnis dengan modal yang relatif terjangkau.
Jenis Ayam yang Cocok untuk Bisnis Fried Chicken
Ayam yang paling cocok untuk membuat fried chicken adalah ayam broiler. Alasannya adalah:
- Ayam broiler memiliki daging dan lemak yang tebal, sehingga lebih empuk, juicy, dan gurih saat digoreng,
- Ayam broiler memiliki harga yang lebih murah, ketersediaan yang lebih banyak, dan waktu memasak yang lebih singkat daripada ayam kampung.
- Ayam broiler lebih sesuai untuk masakan yang membutuhkan waktu singkat, seperti ayam goreng, ayam bakar, atau ayam tepung.
Cara Memulai Bisnis Fried Chicken
Untuk memulai bisnis fried chicken, kamu perlu memperhatikan beberapa hal, seperti:
- Menentukan konsep usaha yang sesuai dengan target pasar dan lokasi gerai. Kamu bisa memilih antara konsep restoran, kaki lima, atau online. Kamu juga bisa menawarkan berbagai varian rasa, saus, dan porsi yang menarik.
- Mencari supplier ayam yang terpercaya dan konsisten dalam menyediakan ayam yang berkualitas, segar, dan bersih. Kamu harus memastikan bahwa ayam yang kamu beli dan masak tidak mengandung hormon dan antibiotik yang bisa berbahaya bagi kesehatan konsumen.
- Mempelajari teknik menggoreng ayam yang baik dan benar, sehingga menghasilkan ayam yang gurih, renyah, dan juicy. Kamu harus memperhatikan bumbu marinasi, suhu minyak, lama penggorengan, dan penyimpanan ayam.
- Menyiapkan anggaran untuk pemasaran online, seperti membuat website, sosial media, atau mendaftar mitra dengan aplikasi pesan antar makanan. Kamu harus mempromosikan produk kamu secara menarik dan informatif, serta memberikan pelayanan yang ramah dan cepat.
Nah, kamu tertarik mencoba bisnis fried chicken? Yuk, gabung jadi mitra KAF Fried Chicken. Info lebih lengkapnya silahkan klik di sini.

Follow Instagram @juaraagroniaga, Tiktok @juara.agroniaga, Facebook Juaranya Mitra Peternakan dan Youtube juaraagroniaga untuk edukasi seputar peternakan lainnya. Sampai bertemu di artikel selanjutnya!
Referensi:
1. 5 Perbedaan Ayam Pejantan Dan Broiler. URL: https://peternakrakyat.com/perbedaan-ayam-pejantan-dan-broiler/#google_vignette (diakses 24/12/2023)
2. 4 Alasan Mengapa Daging Ayam Kampung Lebih Mahal Dibandingkan Ayam Pedaging. URL: https://www.agrikompleks.my.id/2021/11/alasan-daging-ayam-kampung-mahal-dibanding-ayam-broiler.html#google_vignette (diakses 24/12/2023)
3. Mana Lebih Sehat, Konsumsi Ayam Kampung atau Ayam Negeri? URL: https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/diet-nutrisi/mana-lebih-sehat-konsumsi-ayam-kampung-atau-ayam-negeri (diakses 24/12/2023)
